Selasa, 27 Maret 2012

MANFAAT PERKEBUNAN SEBAGAI PENGENDALI BANJIR


Seperti pada tulisan saya terdahulu tanaman perkebunan dapat  menyerap partikel kecil atau gas polutan/CO2 dan memproduksi oksigen, secara tidak langsung memberikan sumbangan kepada lingkungan dan mahluk hidup yang tidak dapat dihitung secara financial. Dalam tulisan ini saya masih  menyampaikan manfaat perkebunan yang tidak berupa financial untuk lingkungan.
Saya menyadari bahwa disamping sumber daya manusia dan keuangan,  sumber daya alam berupa tanah/lahan merupakan asset yang sangat berharga bagi perkebunan. Sehingga perlu mempertahankan kepemilikan dan mempertahanan kesuburan tanah, dari mulai awal penanaman sampai tanaman dewasa bisa dipanen. Dampak dari mempertahankan kesuburan tanah tentunya secara tidak langsung dapat mengendalikan banjir melalui Teknik Pengolahan Tanah.

TEKNIK PENGOLAHAN TANAH
Di Perkebunan Karet karena memang saya berkecimpung di Perkebunan dan menangani tanaman karet, Pada awal masa penanaman selain menyiapkan yang berhubungan dengan tanaman, juga mempersiapkan lahan dengan
-          Membuat terassering
-          Menanam tanaman Penutup Tanah
-          Membuat rorak/lobang kantong
-          Membuat embung air

MANFAAT
1.      Terassering ini dibuat memotong permukaan tanah sejajar dengan kontur dengan kemiringan +/- 5derajat kearah dalam, lebar antara 1,5 – 4 meter, panjang terasering 1.667meter/hektar,  cara ini diterapkan pada lahan dengan lereng 10 hingga 40derajat, selain fungsi dan manfaat  yang lain bagi tanaman diantaranya bermanfaat sebagai pengendali aliran permukaan dan erosi,  membuat gerak air yang deras menjadi berkurang
2.      Menanam Penutup Tanah ditanam pada gawangan atau diantara barisan satu dan yang lainnya dengan kacang kacangan atau membiarkan rumput lunak berkembang, selain fungsi dan manfaat  yang lain bagi tanaman diantaranya bermanfaat mengurangi aliran permukaan, membuat gerak air yang deras menjadi berkurang
3.      Membuat rorak/lobang lobang kantong/rorak benteng   pada gawangan atau diantara barisan satu dan yang lainnya dengan ukuran panjang x lebar x dalam 200 x 40 x 60cm sebanyak 200-400 lobang/hektar sehingga berfungsi menampung air hujan yang mengalir, memperbesar peresapan air ke dalam tanah, memperlambat limpasan air pada saluran peresapan, sebagai pengumpul tanah yang erosi
4.      Membuat Embung Air dibuat dihilir dengan membendung aliran air  sebagai penampung air yang berfungsi sebagai pemanen limpasan air permukaan dan air hujan, sebagai air irigasi untu penduduk sekitar da dapat menyediakan air pada musim kemarau
Betulkah Perkebunan bisa mengendalikan banjir? Mari kita hitung berapa meter kubik air hujan yang dapat dikendalikan dan tidak mengalir kehilir atau perkotaan lalu meresap kedalam tanah di areal perkebunan:
Air hujan yang terjebak dalam kemiringan terassering dan meresap kedalam tanah: 0.15 x 1.5 x 1667m =375m3/Hektar, Air hujan yang terjebak dalam lobang kantong : (2 x 0.4 x 0.6 m) x 400lobang/ hektar = 192m3/hektar. Areal pekebunan dengan luas 3000 hektar, setiap kali hujan dapat mengendalikan air hujan sebanyak : 3000 x (375 + 192) = 1.701.000 meter kubik air. Apabila  seluas 3000hektar berupa perumahan, pemukiman penduduk, vila, bungalow,  jalan beton/beraspal dsb,  maka air sebanyak itu akan mengalir kearah sungai mengakibatkan banjir dan merendam daerah perkotaan seluas 3.400.000m2. belum terhitung air hujan yang diserap oleh tanaman penutup tanah dan yang memenuhi embung embung air.
 Mau percaya atau tidak, Perkebunan terus berjalan melaksanakannya karena sudah merupakan  kebutuhan menjaga lingkungan sehingga menjadi Standard Opertionan Prosedur !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar